Sunday, May 5, 2013

PROPOSAL PENELITIAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang Penelitian
Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) sangat memerlukan peran aktif guru dalam memberikan pengetahuan bagi para muridnya, sehingga menghasilkan peserta didik yang berhasil guna dan siap untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di samping itu, materi/ bahan ajar yang diberikan harus memperhatikan keadaan masyarakat setempat. Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
“Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”.

Dalam rangka merealisasikan peraturan tersebut di atas, PBM perlu ditata secara terkoordinasi, terpadu, efektif dan efisien. Belajar merupakan proses perubahan keseluruhan aspek tingkah laku secara progresif dan terus menerus sepanjang hayat. Proses perubahan tingkah laku dari hasil belajar merupakan suatu kecakapan nyata (actual ability) atau juga disebut prestasi belajar.
Mengingat sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penentuan terhadap prestasi belajar siswa, maka persyaratan dan penggunaan sarana pembelajaran harus mengacu pada tujuan pembelajaran, metode, penilaian minat siswa dan kemampuan guru.
Penggunaan sarana pembelajaran dilakukan secara efektif dan efisien dengan mengacu pada proses belajar mengajar di sekolah dan sejauh pihak sekolah belum memiliki sarana pembelajaran yang memadai dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Pada umumnya sekolah-sekolah terutama yang berada di daerah pelosok sangat membutuhkan atau kekurangan sarana pembelajaran yang memadai. Sementara di sisi lain pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan tidak berdaya dengan banyaknya pengajuan penambahan maupun perbaikan sarana pembelajaran yang ada mengingat terbatasnya anggaran yang tersedia.
Dengan kenyataan sarana pembelajaran yang ada seperti di atas sementara sistem sekolah yang ada dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berprestasi (bermutu) dan dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Sementara para pelaksana di lapangan dalam hal ini guru harus berupaya mencari berbagai alternatif sebagai solusi. Banyak sekolah yang sukses mengatasi masalah tersebut tetapi tidak sedikit sekolah dasar yang akhirnya gagal karena para gurunya tidak mampu mengatasi kendala sarana pembelajaran tersebut. Mungkin juga perhatian masyarakat di sekitarnya kurang bahkan tidak peduli dengan kondisi tersebut.
Dari kondisi dan keadaan yang demikian penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian terhadap permasalahan tersebut dengan judul “PENGARUH SARANA DAN PRASRANA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA”

1.2              Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa sarana dan prasarana pembelajaran yang diperlukan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar ?
2.      Bagaimanakah pengaruh sarana pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa?

1.3              Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui sarana dan prasarana pembelajaran yang diperlukan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar.
2.      Untuk menganalisis sejauh mana pengaruh sarana pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa.

1.4              Manfaat Penelitian
Sedangkan manfaat penelitian ini adalah:
1.      Bagi  Guru,  dapat  dijadikan  sebagai  pedoman  dan  bahan  acuan  dalam pelaksanaan pemanfaatan  sarana  dan  prasarana  pendidikan  pada  tahun pelajaran yang akan datang.
2.      Bagi  siswa,  dapat  meningkatkan  displin  dalam  belajar,  merasa  aman, nyaman, dan senang mengikuti pelajaran.
3.      Bagi Penulis, dapat menambah wawasan dan dapat mengetahui bagaimana sesungguhnya pengaruh  pemanfaatan  sarana  prasarana  dengan  motivasi belajar siswa, serta dapat dijadikan bahan untuk penelitian selanjutnya dan yang relevan dengan permasalahan penelitian ini.


BAB II
KAJIAN TEORITIS

2.1       Pengertian Sarana dan Prasarana Pembelajaran
Dalam khazanah peristilahan pendidikan sering disebut-sebut istilah sarana dan prasarana pendidikan. Kerap kali istilah itu digabung begitu saja menjadi sarana-prasarana pendidikan. Dalam bahasa Inggris sarana dan prasarana itu disebut dengan facility (facilities). Jadi, sarana dan prasarana pendidikan akan disebut educational facilities. Sebutan itu jika diadopsi ke dalam bahasa Indonesia akan menjadi fasilitas pendidikan. Fasilitas pendidikan artinya segala sesuatu (alat dan barang) yang memfasilitasi (memberikan kemudahan) dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

Ada  lima  faktor  penting  yang  harus  ada  pada  proses  belajar mengajar yaitu: guru, murid, tujuan, materi dan waktu. Ketidakadaan salah satu  faktor saja dari faktor  tersebut, maka tidak mungkin  terjadi proses  belajar  mengajar.  Dengan  5  faktor  tersebut,  proses  belajar mengajar  dapat  dilaksanakan  walaupun  kadang-kadang  dengan  hasil yang  minimal  pula. Hasil  tersebut  dapat  ditingkatkan  apabila  ada sarana  penunjang,  yaitu  faktor fasilitas/Sarana  dan  Prasarana Pendidikan.  
“ Sarana  adalah  segala  sesuatu  yang  dapat  dipakai  sebagai  alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media.”
Menurut  E. Mulyasa,  “Sarana  pendidikan  adalah  peralatan  dan perlengkapan  yang  secara langsung  dipergunakan  dan  menunjang proses  pendidikan,  khususnya  proses  belajar, mengajar,  seperti gedung,  ruang  kelas,  meja  kursi,  serta  alat-alat  dan  media
pengajaran.”
            Jadi,  dapat  disimpulkan  bahwa  yang  dimaksud  sarana  pendidikan adalah  semua fasilitas  yang  secara  langsung  dan  menunjang  proses pendidikan,  khususnya  proses  belajar mengajar,  baik  yang  bergerak maupun yang  tidak bergerak agar pencapaian  tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efesien.
         Sedangkan  pengertian  prasarana  secara  etimologis  (arti  kata) prasarana  berarti  alat tidak  langsung  untuk  mencapai  tujuan. Dalam  pendidikan misalnya  :  lokasi/tempat, bangunan  sekolah, lapangan olah raga, uang dan sebagainya. Sedang sarana seperti alat langsung  untuk  mencapai  tujuan  pendidikan,  misalnya  : ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.

2.2       Kerangka Berpikir
Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau fasilitas atau perlengkapan  dasar  yang  secara  langsung  dan  tidak  langsung  dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan dan demi  tercapainya  tujuan, khususnya proses  belajar  mengajar,  seperti gedung,  ruang,  meja  kursi,  alat-alat  media pengajaran, ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, serta ruang laboratorium dan sebagainya.

     Masalah  pemanfaatan  sarana  dan  prasarana  pendidikan merupakan  faktor yang penting terhadap proses belajar mengajar. Untuk  itu fungsi dan peranan sekolah, guru, siswa dan personel sekolah memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan ini agar benar-benar menentukan keberhasilan proses belajar yang efektif.

     Sedangkan  motivasi  belajar  siswa  adalah  dorongan  atau  kemauan  yang muncul  dalam diri  siswa  untuk melakukan  aktivitas  belajarnya  dengan  giat sehingga  mendapat kepuasan/ganjaran  diakhir  kegiatan  belajarnya  dan  agar kualitas  hasil  belajar  siswa  juga memungkinkannya  dapat  diwujudkan  serta tercapai  tujuannya  yaitu  memiliki  prestasi  tinggi di  sekolah,  memiliki pengetahuan, keterampilan maupun pengalaman yang dapat dibanggakan.

2.3       Hipotesis Penelitian
     Berdasarkan  kajian  teori  di  atas,  maka  dirumuskan  suatu  hipotesis. Hipotesis  dapat diartikan  sebagai  suatu  jawaban  yang  bersifat  sementara terhadap  permasalahan  penelitian, sampai  terbukti  melalui  data  yang terkumpul. Hipotesis akan diuji di dalam penelitian dengan pengertian bahwa uji  statistik  selanjutnya  yang  akan  membenarkan  atau  menolaknya.  Untuk menguji kebenaran  penelitian  ini,  penulis  akan mengajukan  hipotesa  sebagai berikut:
Ho  :  Tidak  ada  pengaruh  positif  antara  pemanfaatan  sarana  dan  prasarana pendidikan dengan prestasi belajar siswa.
Ha  :  Terdapat  pengaruh  positif  antara  pemanfaatan  sarana  dan  prasarana pendidikan dengan prestasi belajar siswa.




BAB 3
HASIL PENELITIAN

3.1       Sarana dan Prasarana pembelajaran yang diperlukan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar

Sarana merupakan unsur terpenting di sekolah di mana mutu pendidikan yang tinggi tidak mungkin dapat diwujudkan dengan sarana dan prasarana seadanya. Menurut analisis ekonomi, bahkan investasi di bidang pendidikan akan menunjang pertumbuhan ekonomi. Pendidikan akan membantu memecahkan kesenjangan melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus akan meningkatkan taraf hidup setiap individu. Pendidikan sebagai pengembangan human capital harus mempunyai perspektif yang tepat dalam menentukan kebijakan dan pengalokasian anggaran pendidikan. Pendekatan human capital bertujuan agar investasi dalam pengembangan sumber daya manusia menghasilkan cadangan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sarana dan Prasarana yang diperlukan tersebut adalah:
1.      Gedung sekolah yang refresentatif, aman, nyaman, sehat, bersih dan indah.
2.      Halaman sekolah yang luas yang dilengkapi dengan penataan taman yang indah dan asri.
3.      Lapangan olahraga dan perlengkapan pendukungnya.
4.      Ruang perpustakaan, lengkap dengan buku-bukunya.
5.      Ruang UKS, Ruang parkir, Gudang, WC dan kantin sekolah

Fasilitas  atau  benda-benda  pendidikan  dapat  ditinjau  dari  fungsi, jenis atau sifatnya, yaitu: 
1.      Ditinjau  dari  fungsinya  terhadap PBM,  prasarana  pendidikan berfungsi  tidak  langsung (kehadirannya  tidak  sangat menentukan).  Sedangkan  sarana  pendidikan  berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM.
2.      Ditinjau  dari  jenisnya,  fasilitas  pendidikan  dapat  dibedakan menjadi fasilitas fisik dan fasilitas nonfisik.
3.      Ditinjau  dari  sifat  barangnya,  benda-benda  pendidikan  dapat dibedakan  menjadi barang  bergerak  dan  barang  tidak  bergerak, yang kesemuanya dapat mendukung pelaksanaan tugas.


     Secara singkat ketiga tinjauan fasilitas atau benda-benda pendidikan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Ditinjau dari  fungsinya  terhadap Proses Belajar Mengajar  (PBM), prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). Termasuk dalam prasarana pendidikan adalah tanah,  halaman,  pagar,  tanaman,  gedung/bangunan  sekolah, jaringan  jalan,  air,  listrik,  telepon,  serta  perabot/mobiler. Sedangkan  sarana  pendidikan berfungsi  langsung  (kehadirannya sangat  menentukan)  terhadap  PBM,  seperti  alat pelajaran,  alat peraga, alat praktek dan media pendidikan.
2.      Ditinjau  dari  jenisnya,  fasilitas  pendidikan  dapat  dibedakan menjadi fasilitas fisik dan fasilitas nonfisik.   Fasilitas  fisik  atau  fasilitas  material  yaitu  segala  sesuatu  yang berwujud  benda  mati  atau  dibendakan  yang  mempunyai  peran untuk  memudahkan atau  melancarkan  sesuatu  usaha,  seperti kendaraan,  mesin  tulis,  komputer,  perabot, alat  peraga,  model, media, dan sebagainya.
Fasilitas  nonfisik  yakni  sesuatu  yang  bukan  benda  mati,  atau kurang  dapat  disebut benda  atau  dibendakan,  yang  mempunyai peranan  untuk  memudahkan  atau melancarkan  sesuatu  usaha seperti manusia, jasa, uang.
3.      Ditinjau  dari  sifat  barangnya,  benda-benda  pendidikan  dapat dibedakan  menjadi barang  bergerak  dan  barang  tidak  bergerak, yang kesemuanya dapat mendukung pelaksanaan tugas. 
a.  Barang  bergerak  atau  barang  berpindah/dipindahkan dikelompokkan  menjadi barang  habis-pakai  dan  barang  tak habis pakai.
1.      Barang  habis-pakai  ialah  barang  yang  susut  volumenya pada waktu dipergunakan, dan dalam jangka waktu tertentu barang  tersebut  dapat  susut  terus sampai  habis  atau  tidak berfungsi  lagi,  seperti  kapur  tukis,  tinta,  kertas,  spidol, penghapus,  sapu  dan  sebagainya.  (Keputusan  Menteri Keuangan Nomor 225/MK/V/1971 tanggal 13 April 1971).
2.      Barang  tak-habis-pakai  ialah  barang-barang  yang  dapat dipakai  berulang  kali serta  tidak  susut  volumenya  semasa digunakan  dalam  jangka  waktu  yang relatif  lama,  tetapi tetap memerlukan  perawatan  agar  selalu  siap-pakai  untuk pelaksanaan  tugas,  seperti  mesin  tulis,  komputer,  mesin stensil,  kendaraan, perabot,  media  pendidikan  dan sebagainya.
b.  Barang  tidak  bergerak  ialah  barang  yang  tidak  berpindah-pindah  letaknya  atau tidak  bisa  dipidahkan,  seperti  tanah, bangunan/gedung, sumur, menara air, dan sebagainya.

Sedangkan  jenis-jenis  prasarana  pendidikan  di  sekolah  bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu: 
1.      Prasarana  pendidikan  yang  secara  langsung  digunakan untuk  proses  belajar mengajar,  seperti  ruang  teori,  ruang perpustakaan,  ruang  praktek  keterampilan,  dan ruang laboratorium.
2.      Prasarana  sekolah  yang  keberadaannya  tidak  digunakan untuk  proses  belajar mengajar,  tetapi  secara  langsung  sangat menunjang  terjadinya proses belajar mengajar. Beberapa contoh tentang  prasarana  sekolah  jenis  terakhir  tersebut  di antaranya adalah  ruang  kantor,  kantin  sekolah,  tanah  dan  jalan  menuju sekolah, kamar  kecil,  ruang  usaha  kesehatan  sekolah,  ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.

3.2   Pengaruh Sarana dan Prasarana Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Siswa
Sarana merupakan unsur terpenting di sekolah di mana mutu pendidikan yang tinggi tidak mungkin dapat diwujudkan dengan sarana dan prasarana seadanya. Menurut analisis ekonomi, bahkan investasi di bidang pendidikan akan menunjang pertumbuhan ekonomi. Pendidikan akan membantu memecahkan kesenjangan melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus akan meningkatkan taraf hidup setiap individu. Pendidikan sebagai pengembanganhuman capital harus mempunyai perspektif yang tepat dalam menentukan kebijakan dan pengalokasian anggaran pendidikan. Pendekatan human capital bertujuan agar investasi dalam pengembangan sumber daya manusia menghasilkan cadangan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.

Dalam suatu proses belajar mengajar, sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajarmemerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasibelajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajarsiswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan parasiswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana belajar dan dapat memanfaatkannya dengan tepat danseoptimal mungkin.

  Seperti  halnya  dalam  dunia  pendidikan,  khususnya  dalam  proses belajar  mengajar untuk  menacapai  tujuan  dan  hasil  belajar  yang optimal, siswa banyak  terpengaruh oleh motif-motif yang berasal dari luar  dirinya  maupun  yang  berasal  dari  dalam  dirinya,  atau mungkin dapat  terpengaruh  secara  bersamaan  sesuai  dengan  situasi  yang berkembang.

  Dengan  demikian, motivasi  sangatlah  penting  baik motivasi  yang berasal  dari  dalam diri  (intrinsik) maupun motivasi yang berasal  dari luar  diri  (ekstrinsik),  karena  kedua-duanya dapat menjadi  pendorong untuk  belajar  dan  agar  proses  belajar mengajar  dan  berjalan dengan lancar,  aktifitas  dalam  belajarnya  memberikan  kepuasan/ganjaran diakhir  kegiatan belajarnya  serta  sesuai  dengan  tujuan  yang diharapkan.

Optimalnya sarana dan prasarana disekolah, akan menjadi motivasi ekstrinsik dari siswa. Motivasi tersebut akan berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa. Siswa yang termotivasi akan lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dengan demikian prestasi belajar siswa akan meningkat seiring termotivasinya siswa tersebut. Oleh karena itu, kelengkapan sarana dan prasaran akan berpengaruh besar terhadap motivasi siswa dan prestasi belajar siswa.
 

BAB IV
PENUTUP
4.1   Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana memengaruhi prestasi belajar siswa. Apabila sarana dan prasarana dapat terpenuhi secara optimal, maka hasil pembelajaran atau prestasi siswa akan optimal pula. Begitu pula sebaliknya. Hal itu terbukti dengan termotivasinya siswa untuk lebih giat belajar dengan optimalnya sarana dan prasarana disekolah tersebut.

Untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar disekolah diperlukan sarana belajar yang kondusif, lingkungan sehat dan asri, dan didukung penataan yang indah sangat membantu dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran. Sebelum diadakan penataan dan pengaturan kebutuhan, diperlukan perencanaan, pengadaan, dan penyimpanan serta penempatan barang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada penempatan diantranya adalah mudah dijangkau (ada kendaraan umum), jauh ari keramaian, jauh dari tempat berbahaya, lingkungan yang aman dan kondusif. Penataan sarana dan prasarana pendidikan meliputi penataan barang bergerak, barang tidak bergerak, barang bergerak habis pakai, dan barang bergerak tidak habis pakai.

No comments:

Post a Comment